Sabtu, 04 Januari 2020

TIPE PESAWAT DOMESTIK DAN LUAR NEGERI

1. Boeing 737

Ini 10 Tipe Pesawat yang Paling Banyak Dipakai Maskapai Penerbangan 
thejakartapost.com


Pertama, mari berkenalan dengan Boeing 737. Tipe pesawat ini sering digunakan untuk rute pendek hingga menengah. Boeing 737 sendiri masih dibagi menjadi beberapa sub-tipe, yakni Original (737-100 dan 737-200), Classic (737-300, 737-400 dan 737-500), Next Generation (737-600, 737-700, 737-800 dan 737-900) dan tipe MAX (737 MAX 7, 737 MAX 8 dan 737 MAX 9).
Kapasitasnya beragam, mulai dari 85 hingga 215 orang. Bisa dibilang, Boeing 737 adalah tipe pesawat terlaris sepanjang sejarah. Boeing 737 pertama kali diproduksi pada tahun 1967 dan pada 13 Maret 2018 telah terjual hingga 10.000 unit!
Di Indonesia, perusahaan penerbangan yang menggunakan Boeing 737 adalah Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya Air. Sementara, maskapai penerbangan luar negeri yang menggunakan Boeing 737 adalah China Southern Airlines, Egypt Air, Malaysia Airlines dan Korean Air.

 

2. Airbus A320

Ini 10 Tipe Pesawat yang Paling Banyak Dipakai Maskapai Penerbangan 
planespotters.net

Seri pesawat lain yang paling banyak dipakai oleh industri dirgantara adalah Airbus A320. Sama seperti Boeing 737, Airbus A320 merupakan tipe pesawat jet bermesin ganda dengan jarak pendek hingga menengah. Seri Airbus A320 dapat menampung hingga 236 penumpang dan mampu terbang dengan jarak 3.100 km hingga 12.000 km.
Tipe Airbus A320 pertama kali diluncurkan pada Maret 1984 dan terbang pertama kali pada 22 Februari 1987. Tercatat, hingga 31 Mei 2019, seri Airbus A320 telah diproduksi sebanyak 8.845 unit dan masih ada 5.795 unit dalam pemesanan.
Perusahaan penerbangan dalam negeri yang memakai Airbus A320 adalah Lion Air, Citilink dan Batik Air. Maskapai Scoot juga memakai Airbus A320 untuk rute Jakarta-Singapura.

3. ATR 72

Ini 10 Tipe Pesawat yang Paling Banyak Dipakai Maskapai Penerbangan
flickr.com

Berbeda dengan pesawat lain, ATR 72 tidak menggunakan mesin jet, melainkan tipe pesawat turboprop bermesin ganda. ATR 72 khusus digunakan untuk melayani rute jangka pendek. Tidak hanya digunakan sebagai pesawat komersial, ATR 72 juga digunakan sebagai pesawat kargo dan pesawat patroli maritim.
Karena digunakan untuk rute pendek, kapasitas penumpangnya juga kecil. ATR 72 merupakan tipe pesawat dengan seat 2-2 dan mampu mengangkut 68-78 penumpang. Maskapai dalam negeri yang memakai ATR 72 adalah Wings Air, contoh rutenya adalah Sorong ke Manokwari atau Ternate ke Pulau Morotai.

 

4. Boeing 777

Ini 10 Tipe Pesawat yang Paling Banyak Dipakai Maskapai Penerbangan
tripsavvy.com

Kali ini, giliran Boeing 777 yang unjuk diri. Jika tadi membicarakan pesawat dengan rute pendek hingga menengah, sekarang giliran pesawat dengan rute jarak jauh. Boeing 777 merupakan pesawat jet bermesin ganda berbadan lebar yang bisa menampung 314 hingga 396 penumpang sekaligus.
Boeing 777 dipesan sebagai pesawat komersil pertama kali oleh United Airlines pada 7 Juni 1995. Hingga Januari 2019, Boeing 777 telah dipesan sebanyak 2.013 unit, lebih banyak dari pesawat berbadan lebar lainnya. Boeing 777 dipakai oleh Emirates untuk rute Jakarta-Dubai dan Dubai-Riyadh dan digunakan pula oleh Malaysia Airlines untuk rute Kuala Lumpur-Dubai.

5. Airbus A330

Ini 10 Tipe Pesawat yang Paling Banyak Dipakai Maskapai Penerbangan
theflight.info

Kembali keluarga Airbus unjuk diri, mari berkenalan dengan Airbus A330. Tipe ini adalah pesawat jet bermesin ganda yang melayani rute menegah hingga jarak jauh. Airbus A330 dapat menjangkau 5.000 km hingga 13.430 km dan dapat membawa hingga 335 penumpang. Airbus A330 memiliki tipe seat 2-4-2.
Airbus A330-200 dapat menampung hingga 406 penumpang, sementara Airbus A330-300 memiliki kapasitas maksimal hingga 440 penumpang. Etihad Airways adalah maskapai yang menggunakan pesawat tipe Airbus A330, contoh rutenya adalah dari Jakarta ke Abu Dhabi dan Abu Dhabi ke Dublin, Irlandia. Begitu juga dengan Air China Airlines yang memakai Airbus A330 untuk rute Jakarta-Beijing.

6. Boeing 787

Ini 10 Tipe Pesawat yang Paling Banyak Dipakai Maskapai Penerbangan
wikimedia.org

Dikenal dengan sebutan Dreamliner, Boeing 787 adalah pencapaian luar biasa Boeing karena memiliki efisiensi bahan bakar dibanding pesawat tipe lainnya. Ukurannya yang besar bisa memuat 242 hingga 335 penumpang sekaligus, dengan tipe seat 3-3-3. Boeing 787 diluncurkan pertama kali pada 15 Desember 2009 dan digunakan pertama kali oleh All Nippon Airways pada 26 Oktober 2011.
Boeing 787 memiliki beberapa sub tipe, yaitu 787-8, 787-9 dan 787-10. Perbedaan di antara tiga tipe tersebut adalah dari ukuran dan kapasitas penumpang. Tipe pesawat Boeing 787 digunakan oleh beberapa maskapai, seperti Qatar Airways, Japan Airlines, Etihad Airways, American Airlines dan Air China.

7. Airbus A321

Ini 10 Tipe Pesawat yang Paling Banyak Dipakai Maskapai Penerbangan
vnaflyer.com

Berlanjut ke Airbus A321, pesawat jet bermesin ganda yang melayani rute jarak pendek hingga menengah. Airbus A321 pertama kali kali terbang pada 11 Maret 1993 dan dikenalkan pada tahun 1994 oleh maskapai penerbangan asal Jerman, Lufthansa. Hingga Januari 2019, Airbus A321 telah terjual hingga 1.850 unit.
Airbus A321 terbagi menjadi dua sub tipe, yaitu A321 dan A321 Neo. Kapasitas maksimal A321 adalah dapat memuat 220 hingga 240 penumpang, sementara A321 Neo dapat memuat hingga 244 penumpang. Airbus A321 digunakan oleh beberapa maskapai, seperti Vietnam Airlines, Lufthansa dan Delta Airlines.

8. Boeing 747

Ini 10 Tipe Pesawat yang Paling Banyak Dipakai Maskapai Penerbangan
wikipedia.org

Berbeda dengan pesawat lain, Boeing 747 merupakan pesawat komersial berbadan lebar dan dilengkapi dengan empat jet di sayapnya. Tak heran bila Boeing 747 dijuluki sebagai jet jumbo. Siapa sangka, Boeing 747 pertama kali diluncurkan pada 9 Februari 1969 dan dikenalkan secara komersial pada tahun 1970 oleh Pan American World Airways. Boeing 747 telah terjual hingga lebih dari 1.500 unit per Juni 2014.
Boeing 747 dapat menampung mulai dari 276 hingga 467 penumpang. Per Januari 2019, ada puluhan maskapai penerbangan yang menggunakan Boeing 747, seperti Thai Airways International, Virgin Atlantic, Saudia Arabian Airlines, Qantas, Korean Air, Cathay Pacific dan lain sebagainya. Tak hanya dipakai sebagai pesawat komersial, Boeing 747 juga dipakai sebagai pesawat kargo, lho!

9. Boeing 707

Ini 10 Tipe Pesawat yang Paling Banyak Dipakai Maskapai Penerbangan
flickr.com

Sama seperti Boeing 747, Boeing 707 merupakan pesawat jet empat mesin berukuran sedang dan digunakan untuk penerbangan jarak menengah ke jarak jauh. Pesawat ini memiliki kapasitas penumpang antara 140 hingga 219 penumpang dan bisa menempuh jarak antara 4.630 km hingga 10.650 km. Boeing 707 pertama kali diluncurkan pada 20 Desember 1957 silam.
Selain dipakai untuk pesawat komersial, Boeing 707 juga digunakan sebagai pesawat militer. Tak hanya dipakai oleh angkatan udara Amerika dan Kanada, Boeing 707 juga digunakan oleh TNI Angkatan Udara Republik Indonesia, lho! Selain itu, angkatan udara Kolombia, Iran, Argentina, Australia dan Mesir juga menggunakan pesawat dengan tipe yang sama.

10. Airbus A380

Ini 10 Tipe Pesawat yang Paling Banyak Dipakai Maskapai Penerbangan
businesstraveller.com

Terakhir, ada Airbus A380 sebagai pesawat yang paling banyak dipakai oleh maskapai penerbangan. Pesawat ini disebut sebagai pesawat penumpang terbesar yang diproduksi oleh Airbus. Airbus A380 juga menjadi rival utama dari Boeing 747. Pesawat ini bisa menampung hingga 575 penumpang sekaligus.
Namun, Airbus mengumumkan akan menghentikan produksi Airbus A380 pada tahun 2021 mendatang, karena pelanggan utamanya, Emirates, membatalkan 39 pesawat dan menggantinya dengan 40 unit A330-900 dan 30 unit A350-900. Padahal, tipe ini digunakan oleh banyak maskapai, mulai dari Singapore Airlines, Lufthansa, British Airways, Qantas dan Air France.

 SUMBER : https://www.idntimes.com/tech/trend/nena-zakiah-1/tipe-pesawat-yang-paling-banyak-dipakai/full

TIPE PESAWAT TERBANG DAN KARAKTERISTINKNYA




Sumber : https://arzakybimantara.blogspot.com/2020/01/tipe-dan-karakteristik-pesawat-terbang.html








PENGERTIAN OBSTACLE

Kamis, 17 Oktober 2019

BUKU BANDAR KEUDARAAN
PENGERTIAN BANDAR UDARA
Bandar udara (disingkat: bandara) atau pelabuhan udara merupakan sebuah fasilitas tempat pesawat terbang dapat lepas landas dan mendarat. Bandar udara yang paling sederhana minimal memiliki sebuah landas pacu namun bandara-bandara besar biasanya dilengkapi berbagai fasilitas lain, baik untuk operator layanan penerbangan maupun bagi penggunanya.
Menurut Annex 14 dari ICAO (International Civil Aviation Organization): Bandar udara adalah area tertentu di daratan atau perairan (termasuk bangunan, instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara keseluruhan atau sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat.
Sedangkan definisi bandar udara menurut PT (persero) Angkasa Pura adalah "lapangan udara, termasuk segala bangunan dan peralatan yang merupakan kelengkapan minimal untuk menjamin tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk masyarakat"
(sumber : Wikipedia Indonesia ).

PERATURAN TENTANG BANDAR UDARA

Senin, 20 Mei 2019

PENJELASAN PERHITUNGAN JEMBATAN (BEBAN PRIMER,SKUNDER DAN KHUSUS )

Penjelasan Perhitungan Jembatan (beban primer, skunder dan khusus)

Pembebanan pada Jembatan .

Dalam perencanaan struktur jemabatan secara umum, khususnya jembatan komposit, hal yang perlu sekali diperhatikan adalah masalah pembebanan yang akan bekerja pada struktur jembatan yang dibuat. Menurut pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan Jalan Raya (PPPJJR No 378/1987) dan PMJJR No 12/1970 membagi pembebanan jembatan dalam dua kelas, yaitu:
Kelas
Berat Beton
A
B

10
8
Table 2.1 Kelas tekan as gandar (PMJJR No.12/1970)
Ada beberapa macam pembebanan yang bekerja pada struktur jembatan, yaitu:

2.2.1  Beban Primer

Beban primer merupakan beban utama dalam perhitungan tegangan pada setiap perencanaan jembatan, yang terdiri dari: beban mati, beban hidup, beban kejut dan gaya akibat tekanan tanah.

  • Beban mati
Beban mati adalah beban yang berasal dari berat jembatan itu sendiri yang ditinjau dan termaksud segala unsur tambahan tetap yang merupakan satu kesatuan dengan jembatan. Untuk menemukan besar seluruhnya ditentukan berdasarkan berat volume beban.

  • Beban hidup
Beban hidup adalah semua beban yang berasal dari berat kendaraan-kendaraan yang bergerak dan pejalan kaki yang dianggap bekerja pada jembatan. Penggunaan beban hidup di atas jembatan yang harus ditinjau dalam dua macam beban yaitu beban “T” yang merupakan beban terpusat untuk lantai kendaraan dan beban “D” yang merupakan beban jalur untuk gelagar.
Gambar 2.1 beban “D”
Untuk perhitungan gelagar harus dipergunakan beban “D” atau beban jalur. Beban jalur adalah susunan beban pada setiap jalur lalulintas yang terdiri dari beban yang terbagi beban rata sebesar “q” ton/m panjang perjalur dan beban garis “p” ton perjalur lalulintas. Untuk menentukan beban “D” digunakan lebar jalan 5,5 m, maka jumlah jalur lalulintas sebagai berikut:
Gambar 2.2 ketentuan penggunaan beban “D”
Table 2.2 jumlah jalur lalulintas
Lebar lantai kendaraan (m)
Jumlah jalur lalulintas
5,50 – 8,25 m
8,25 – 11,25 m
11,25 – 15,00 m
15,00 – 18,75 m
18,75 – 32,50 m
2
3
4
5
6
(PPPJJR No. 378/KPTS/1987)
Untuk jembatan dengan lebar lantai kendaraan sama atau lebih kecil dari 5,50 m makan beban “D” sepenuhnya (100%) dibebankan pada seluruh lebar jembatan dan kelebihan lebar jembatan dari 5,5 m mendapat separuh beban “D” (50%). Jalur lalulintas ini mempunyai lebar minimum 2,75 m dan lebar maksimum 3,75 m. Beban “T” adalah beban kendaraan Truck yang mempunyai beban roda 10 ton (10.000 Kg) dengan ukuran-ukuran serta kedudukan dalam meter, seperti tertera pada gambar 2.3 untuk perhitungan pada lantai kendaraan jembatan digunakan beban “T” yaitu merupakan beban pusat dari kendaraan truck dengan beban roda ganda (dual wheel load)sebesar 10 ton
                                          
Gambar 2.3 beban “T” bekerja pada lantai kendaraan
Dimana beban garis P= 12 ton sedangkan beban q ditentukan dengan ketentuan sebagai berikut:
Q= 2,2 t/m                                            untuk L<30 m="" span="">
Q= 2,2t/m – (11/60)x(L-30) t/m           untuk   30>L< …..[2-1]                      
Q= 1,1x(1+(30/L))t/m                          untuk L>60m
Dimana L adalah panjang bentangan gelagar utama (m) untuk menentukan beban hidup, beban terbagi rata (t/m/jalur) dan beban garis (t/jalur) dan perlu diperhatikan ketentuan bawah.
Beban terbagi merata     =  Q ton/meter………................[2-2]
                                              2,75 m

Beban garis                    Q ton ......................................[2-3]
                                          2,75 m

Angka pembagi 2,75 meter diatas selalu tetap dan tidak tergantung pada lebar  jalur lalulintas. Dalam perhitungan beban hidup tidak penuh, maka digunakan:

  1. Jembatan permanen= 100% beban “D” dan “T”.
  2. Jembatan semi permanen= 70% beban “D” dan “T”.
  3. Jembatan sementara= 50% “D” dan “T”.
Dengan menggunakan beban “D” untuk suatu jembatan berlaku ketentuan ini.

  • Beban kejutan/Sentuh
Beban kejut merupakan factor untuk memperhitungkan pengaruh-pengaruh getaran dan pengaruh dinamis lainnya. Koefesien kejut ditentukan dengan rumus:
K= 1+……………………………………………….[2-4]       
Dimana:                    K= koefesien kejut
                        L= panjang/ bentang jembatan


2.2.2  Beban Sekunder

Beban sekunder adalah beban yang merupakan beban sementara yang selalu diperhitungkan dalam penghitungan tegangan pada setiap perencanaan jembatan.

  • Beban Angin
Dalam perencanaan jembatan rangka batang, beban angin lateral diasumsikan terjadi pada dua bidang yaitu:

  1. Beban angin pada rangka utama. Beban angin ini dipikul oleh ikatan angin atas dan ikatan angin bawah.
  2. Beban angin pada bidang kendaraan. Beban angin ini dipikul oleh ikatan angin bawah saja. Dalam perencanaan untuk jembatan terbuka, beban angin yang terjadi dipikul semua oleh  ikatan angin bawah.

  • Gaya Akibat Perbedaan Suhu
Perbedaan suhu harus ditetapkan sesuai dengan keadaan setempat yaitu dengan perbedaan suhu.
a. Bangunan Baja

  1. Perbedaan suhu maksimum-minimum= 300C
  2. Perbedaan suhu antara bagian-bagian jembatan= 150C
b. Bangunan Beton

  1. Perbedaan suhu maksimum-minimum= 150C
  2. Perbedaan suhu antara bagian-bagian jembatan=100C
Dan juga tergantung pada koefisien muai panjang bahan yang dipakai misalnya:

  1. Baja ε =12x10-6/0C
  2. Beton ε =10x10-6/0C
  3. Kayu ε =5x10-6/0C
c.    Gaya Rangkak dan Susut
Diambil senilai dengan gaya akibat turunnya suhu  sebesar 150C
d.   Gaya Rem dan Traksi
Pengaruh ini diperhitungkan dengan gaya rem sebesar 5% dari beban “D” tanpa koefisien kejut. Gaya re mini bekerja horizontal dalam arah jembatan dengan titik tangkap setinggi 1,80 m dari permukaan lantai jembatan.

  • Gaya Akibat Gempa Bumi
Bekerja kea rah horizontal pada titik berat kontruksi.
KS = E x G ……………………………………………[1-5]
Dimana:
KS     = koenfisien gaya horizontal (%)
G       = beban mati (berat sendiri) dari kontruksi yang ditinjau.
E       = koefisien gempa bumi ditentukan berdasarkan peta zona gempa     dan biasanya      diambil 100% dari berat kontruksi.

  • Gaya Gesekan Pada Tumpuan Bergerak
Ditinjau hanya beban mati (ton). Koefisien gesek karet dengan baja atau beton= 0,10 sampai dengan 0,15.

2.2.3  Beban Khusus

Beban khusus yaitu beban-beban yang khususnya bekerja atau berpengaruh terhadap suatu struktur jembatan. Misalnya: gaya sentirfugal, gaya gesekan pada tumpuan, beban selama pelaksanaan pekerjaan struktur jembatan, gaya akibat tumbukan benda-benda yang hanyut dibawa oleh aliran sungai.

  • Gaya sentrifugal
Konstruksi yang ada pada tikungan harus diperhitungkan gaya horizontal radial yang dianggap bekerja horizontal setinggi 1,80 m di atas lantai kendaraan dan dinyatakan  dalam % terhadap beban “D” dengan rumus sebagai berikut:
……………………………………[2-6]

Dimana:
S= gaya sentrifugal (%) terhadap beban “D” tanpa factor kejut.
V= kecepatan rencana (km/jam).
R= jari-jari tikungan (m).

  • Gaya Gesekan pada Tumpuan
Gaya gesekkan ditinjau hanya timbul akibat beban mati (ton). Sedangkan besarnya ditentukan berdasarkan koefisien gesekan pada tumpuan yang bersangkutan dengan nilai:

a. Tumpuan rol

  1. Dengan 1 atau 2 rol    :0,01
  2. Dengan 3 atau lebih   :0,05
b. Tumpuan gesekan

  1. Antara tembaga dengan campuran tembaga keras      =0,15
  2. Antara baja dengan baja atau baja tuang                    =0,25

  • Gaya Tumbukkan pada Jembatan Layang
Untuk memperhitungkan gaya akibat antara pier (bangunan penunjang jembatan diantara kedua kepala jembatan) dan kendaraan, dapat dipikul salah satu dan kedau gaya-gaya tumbukkan horizontal:

  1. Pada jurusan arah lalulintas sebesar………………..100 ton
  2. Pada jurusan tegak lurus arah lalulintas……………50 ton

  • Beban dan Gaya selama pelaksanaan
Gaya yang bekerja selama pelaksanaan harus ditinjau berdasarkan syarat-syarat pelaksanaan.

  • Gaya Akibat Aliran Air dan Benda-benda Hanyut
Tekanan aliran pada suatu pilar dapat dihitung dengan rumus:
P=KxV2………………………………………………....[2-7]
Dimana:
P= tekanan aliran air (t/m2)
V= Kecepatan aliran air (m/det)
K= koefisien yang bergantung pada bentuk pier



ANALISIS BEBAN JEMBATAN


DATA JEMBATAN


A. SISTEM STRUKTUR

















PARAMETER
KETERANGAN
Klasifikasi Jembatan
Klas I Bina Marga
Tipe Jembatan
Rangka beton portal lengkung
Jumlah bentang
3
bentang
Panjang bentang tengah
75
m
Panjang bentang tepi
35
m
Panjang total jembatan
145
m

1. Struktur Atas (Upper Structure)


Terdiri atas : Slab lantai kendaraan, yang menjadi kesatuan monolit dengan balok dan kolom yang membentuk rangka beton portal lengkung.

2. Struktur bawah (Sub Structure)


Terdiri atas Abutment dengan Fondasi Footplat dan Pier dengan sistem fondasi Borpile.











Beban Jembatan                                                                                                                                                                                             1


3. Dimensi Jembatan












Potongan Slab lantai kendaraan, Balok induk (Girder) dan Balok anak (Beam)

Tebal slab lantai jembatan
h
0.25
m
Tebal lapisan aspal + over-lay
ta
0.10
m
Tebal genangan air hujan
th
0.05
m
Jarak antara kolom penyangga
Lx
5.00
m
Jarak antara balok lantai
s
1.70
m
Lebar jalur lalu-lintas
b1
6.00
m
Lebar trotoar
b2
1.50
m
Lebar median
b3
0.50
m
Bentang jembatan tengah
L1
75.00
m
Bentang jembatan tepi
L2
35.00
m
























Penampang memanjang rangka beton portal lengkung






Beban Jembatan                                                                                                                                                                                             2























Penampang melintang rangka beton portal lengkung


4. Bahan Struktur

Mutu beton :



K - 350

Kuat tekan beton

fc' = 0.83 * K / 10 =
29.05
MPa
Modulus elastik

Ec = 4700 * √ fc' =
25332
MPa
Angka poisson


u =
0.2

Modulus geser
G = Ec / [2*(1 + u)] =
10555
MPa
Koefisien muai panjang untuk beton,
ε = 1.0E-05
/ ºC
Mutu baja :






Untuk baja tulangan dengan Ø > 12 mm :
U - 39

Tegangan leleh baja,
fy=
390
MPa


Untuk baja tulangan dengan Ø ≤ 12 mm :
U - 24

Tegangan leleh baja,
fy=
240
MPa


Specific Gravity


kN/m3


Berat beton bertulang


25.00


Berat beton tidak bertulang


24.00


Berat aspal


22.00


Berat jenis air


9.80


Berat timbunan tanah dipadatkan

17.20

TIPE PESAWAT DOMESTIK DAN LUAR NEGERI

1. Boeing 737   thejakartapost.com Pertama, mari berkenalan dengan Boeing 737. Tipe pesawat ini sering digunakan untuk rute pendek...